Suara Nusantara: Andi Sinulingga sebut Menhut Raja Juli Penyebab Kepuasan Publik Prabowo Turun

Suara Nusantara: Andi Sinulingga sebut Menhut Raja Juli Penyebab Kepuasan Publik Prabowo Turun

Nusantaratv.com - 22 Oktober 2026

Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga
Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

Nusantaratv.com- Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga sebut tingkat kepuasan publik turun banyak terhadap Presiden Prabowo Subianto karena kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

Hal tersebut disampaikan Andi Sinulingga dalam Suara Nusantara di Nusantara TV, Rabu (21/10/2026).

“Karena persoalan hutan ini menjadi salah satu yang paling signifikan menurut saya dari banyak hal yang menurunkan approval rating Pak Prabowo,” ucap Andi Sinulingga.

Di samping itu, Andi Sinulingga juga menyoroti pergantian jabatan untuk posisi di Kepala Staf Presiden (KSP) dan Badan Komunikasi Pemerintah yang sudah beberapa kali ganti pejabat. Menurut Andi, Partai Gerindra dan partai-partai koalisi harus evaluasi agar komunikasi pemerintah ke publik benar-benar efektif.

“Ini harus dievaluasi, dan saya yakin sekali teman-teman di Gerindra juga sama, teman-teman di koalisi kita katakanlah informal bicara. Dengan bergantinya empat kali Bakom misalnya, bergantinya KSP, itu menunjukkan ada sesuatu yang tidak perform di situ yang perlu dievaluasi,” kata Andi.

“Dan ini sudah sampai, saya yakin sudah sampai di meja presiden. Saya tahu ada kajian Lemhannas, saya tahu ada kajian dari DEN, saya tahu ada kajian dari pihak intelijen gitu misalnya. Semua sudah ada. Tinggal problemnya adalah orangnya.”

Andi Sinulingga juga menyoroti manajerial kinerja sejumlah menteri terkait dengan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Koperasi Desa Merah Putih. Di antaranya, kata Andi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto yang dengan frontal justru menempatkan pemerintah berlawanan dengan warga negaranya sendiri.

“Menteri Desa pada waktu itu sangat frontal menyampaikan bahwa, itu yang sudah ada itu, saya tidak usah sebut nama retailnya yang berjuang. Saya tahu retail-retail itu berjuang dari tahun 80-an dari satu retail, dua retail, 3 retail, puluhan tahun mereka berjuang sampai bisa 200.000 retail gitu ya,” jelas Andi.

“Nah, tiba-tiba ada pejabat ingin bertanding dengan warga negara. Itu kan warga negara itu. Jadi, bagaimana mungkin ada negara, pejabat negara mau bisnis rettail semangatnya bertanding dengan warga negara. Coba bayangkan tuh. Nah, ini pejabat-pejabat kayak gini yang menurut saya perlu diatensi ini.”

Terlebih, lanjut Andi, saat ini muncul wacana Koperasi Desa Merah Putih dijadikan sebagai sarana penyalur bansos. Andi menegaskan, penyaluran bansos melalui koperasi akan menjadi problem.

“Bagi orang yang mengerti esensial koperasi ini problem. Koperasi itu kan begini kata Pak Hatta, tanpa demokrasi ekonomi ini semua enggak ada artinya. Jadi kita ini secara politik rakyat diberi demokrasi. Apa demokrasi rakyat? Dia bebas bicara, dia bebas menentukan hak suaranya. Walaupun secara faktual bisa diintersep dengan politik uang,” ujar Andi.

“Tapi kebebasan menguasai aset-aset ekonomi nasional negara yang dinamakan redistribusi aset itu tidak pernah diaddress dengan maksimal.”

Berita tentang Andi Sinulingga yang menanggapi 2 tahun pemerintahan Prabowo Gibran, dapat Anda saksikan selengkapnya di YouTube NusantaraTV.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close