Nusantaratv.com - Sejak berabad-abad lalu, Indonesia telah memegang peran penting di dunia internasional.
Pada abad ke-7 sampai abad 15, Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang berpusat di Nusantara menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara. Posisi strategis tersebut terus berlanjut di era modern.
Demikian diungkapkan Senator Kanada dari British Columbia, Yuen Pau Woo, saat menggambarkan betapa pentingnya Indonesia dalam percaturan global.
Pau Woo menyampaikannya dalam pertemuan di Gedung Senat Kanada, Ottawa, Rabu (15/4/2026), pada pembahasan Undang-Undang untuk mengimplementasikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Kanada dan Indonesia (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA).
Menurutnya, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan semakin besar perannya dalam dunia internasional ke depan.
"Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia berdasarkan populasi dan negara mayoritas Muslim terbesar. Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia telah menjadi negara berpengaruh dalam urusan internasional. Di bawah Presiden Prabowo Subianto, tampaknya negara ini siap memainkan peran yang lebih penting lagi di tahun-tahun mendatang," kata Pau Woo seperti dikutip dari akun Youtube resminya, Jumat (24/4/2026).
Dia melanjutkan, Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada tahun 2025, dan merupakan satu-satunya anggota tetap G20 dari Asia Tenggara.
Indonesia berkontribusi aktif dalam reformasi tata kelola global dan harus dipandang sebagai mitra penting dalam reformasi dan pembaruan sistem multilateral, termasuk sistem PBB, WTO, dan lembaga keuangan internasional.
Indonesia juga menyerukan peningkatan kekuatan suara dan representasi negara-negara berkembang dalam proses pengambilan keputusan di IMF serta Bank Dunia untuk mencerminkan realitas ekonomi kontemporer.
"Di PBB, Indonesia adalah pendukung reformasi Dewan Keamanan dan pengakuan yang lebih besar terhadap dunia yang lebih multipolar. Di WTO, Indonesia memimpin Kelompok 33, yang berfokus pada produsen pertanian skala kecil di negara berkembang dan juga secara aktif berupaya menghidupkan kembali badan banding," ucapnya.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia merupakan salah satu pendiri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
"Meskipun ASEAN beroperasi berdasarkan konsensus, Indonesia dipandang oleh banyak pihak sebagai pemimpin tidak resmi perhimpunan ini, dengan Sekretariat ASEAN berlokasi di Jakarta," tambahnya.
Bagi Kanada, Pau Woo mengatakan, Indonesia bukan sekadar pasar potensial, tetapi juga gerbang menuju salah satu kawasan paling penting di abad ke-21.
Karena itu, sangat penting bagi Kanada untuk meningkatkan hubungan baik dan membangun kepercayaan dengan Indonesia.
Menurut Pau Woo, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Kanada dan Indonesia (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA) bukan sekadar kesepakatan perdagangan, tetapi juga sinyal penerapan kebijakan luar negeri yang lebih independen bagi Kanada.
"Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya sering disebut sebagai negara penentu dalam tatanan internasional, dan sudah sepatutnya kita mencari peluang untuk bersekutu dengan negara-negara tersebut dalam isu-isu yang penting bagi mereka dan bagi kita," tutupnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh