Nusantaratv.com - Rasa syukur tak henti diucapkan Yorda Bimau, ibu dari Yowel Sunbano, siswa kelas I Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Putra sulungnya kini bisa bersekolah secara gratis dengan fasilitas yang selama ini tak pernah mereka bayangkan, yakni makan terjamin, tinggal di asrama, dan seluruh kebutuhan belajar disediakan pemerintah.
Yorda, warga Desa Niunbaun, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, mengaku bahagia sekaligus terharu melihat perubahan besar dalam kehidupan anaknya. Sekolah Rakyat memberi kesempatan bagi Yowel untuk menempuh pendidikan dalam lingkungan yang layak dan aman.
"Di sini terjamin dengan makan minum, tempat tinggal. Karena di tempat tinggal katong punya rumah itu, tempat tinggalnya mungkin rumah itu pakai daun. Tapi di sini itu, tidurnya mungkin pakai spring bed, tapi katong pu rumah itu tidur alas kasur. Kadang-kadang tidur di tanah karena adik-adiknya banyak," kata Yorda dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di kompleks SRMP 19 Kupang, belum lama ini.
Perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis.
"Dengan bantuan Bapak Presiden, anak saya boleh merasakan ini dan di keluarga kami juga dapat merasakan berkat yang banyak," ujarnya.
Sejak Yowel bersekolah di SRMP 19 Kupang, keluarga Yorda juga menerima sejumlah bantuan sosial. Selain pendidikan gratis bagi anaknya, mereka mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan perumahan serta tambahan modal usaha untuk menopang kebutuhan sehari-hari.

Yorda Bimau, ibu dari Yowel Sunbano, siswa kelas I Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Istimewa)
Yorda dan suaminya hidup sederhana. Sang suami bekerja di kebun dan sesekali menjadi tukang bangunan jika ada panggilan. Mereka memiliki empat anak; satu masih duduk di kelas IV SD, sementara dua lainnya masih balita.
Setiap bulan, Yorda menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer untuk menjenguk Yowel. Ada satu momen yang sulit ia lupakan. Kala itu, ia membawa sedikit uang tabungan hasil bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan upah suaminya sebagai kuli bangunan untuk anaknya.
"Bapaknya dari uang tukangnya itu ada sisip kasih dia seratus, saya kasih dua puluh lima. Itu anak saya bilang, mama dan bapak ada uang ko. Itu saya bilang, mama dan bapak ada berkat sedikit, jadi adik simpan di celengan sa. Terus dia langsung peluk, kami do bapak menangis," tutur Yorda.
"Dia bilang, di sini makan enak. Biar bapak dan mama bawa uang supaya bisa beli makanan kasih adik-adik dong. Dia bilang sudah, adik terima sa itu uang," sambungnya sambil menahan tangis.
Bagi Yorda, kata-kata sederhana itu menjadi bukti perubahan sikap dan kedewasaan anaknya sejak bersekolah di Sekolah Rakyat. Ia berharap Yowel bisa terus semangat belajar, meraih cita-cita, dan kelak membanggakan keluarga.
"Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu kami dengan program bantuan-bantuan yang kami dapati. Kami berdoa semoga kesehatan Tuhan terus memberikan kepada Bapak. Terima kasih," tutup Yorda.
Pemerintah melalui program Sekolah Rakyat telah berhasil memberikan pendidikan gratis kepada 15.895 anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Program ini mencakup layanan sekolah dari jenjang SD sampai SMA dengan fasilitas komprehensif.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh