Nusantaratv.com-Presiden Prabowo Subianto mengajukan permintaan kepada Arab Saudi agar Indonesia memiliki terminal khusus bagi jamaah haji di bandara setempat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses kedatangan dan kepulangan jamaah haji Indonesia.
“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi, nanti terminal itu khusus untuk haji kita supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan bahwa masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia mulai tahun ini diperkirakan menjadi maksimal 26 tahun, lebih singkat dibandingkan sebelumnya yang mencapai 48 tahun.
“Saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ujar Presiden.
Dalam rapat tersebut, Presiden turut menanyakan perkembangan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar serta jajaran Danantara, termasuk COO Dony Oskaria dan CTO Sigit P. Santosa. Mereka menyampaikan bahwa pemerintah telah mengamankan lahan seluas 45 hektare untuk proyek tersebut.
“Kita akan bikin perkampungan haji Indonesia, sekian belas menara, sekian puluh menara, yang bisa menampung (jamaah haji Indonesia),” ujar Presiden.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menyoroti upaya efisiensi biaya haji, termasuk rencana kerja sama antara Garuda Indonesia dan Saudia Airlines melalui pembentukan perusahaan patungan. Untuk itu, Presiden memanggil Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan guna melaporkan perkembangan rencana tersebut.
Presiden menjelaskan bahwa kerja sama ini akan mengoptimalkan operasional penerbangan haji yang selama ini dinilai kurang efisien karena pesawat sering kembali tanpa penumpang.
“Jadi, selama ini, pesawat Garuda berangkat bawa (jamaah) haji ke tanah suci, pulangnya kosong. Ini tidak ekonomis, tidak masuk akal. Arab Saudi juga demikian. Dia mengembalikan (jamaah) haji kita ke Indonesia, kembalinya kosong. Saya mengatakan, kenapa tak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia,” kata Presiden Prabowo, dikutip dari Antara.
Jika rencana tersebut terealisasi, pesawat Garuda yang mengantar jamaah haji ke Arab Saudi dapat kembali dengan membawa penumpang, begitu pula sebaliknya dengan pesawat Saudi yang kembali ke negaranya.
Presiden juga mengingatkan bahwa instruksi pembentukan perusahaan patungan tersebut telah disampaikan sejak dua bulan lalu, sehingga ia meminta percepatan realisasi dan laporan langsung dari pihak terkait.
“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih dua bulan yang lalu. Ya, ini harus kerja cepat, nanti Dirut Garuda menghadap saya,” ujar Presiden kepada Glenny.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh