Nusantaratv.com-Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) tengah memfinalisasi persiapan kunjungan kenegaraan Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, ke dua mitra penting Indonesia di Asia Timur, yakni Jepang dan Korea Selatan. Agenda diplomatik tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Berdasarkan informasi resmi dari situs Kementerian Luar Negeri Jepang, Presiden Prabowo dijadwalkan berada di Tokyo pada 29 hingga 31 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia akan menghadiri Jamuan Makan Siang Kenegaraan bersama Kaisar Jepang serta melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
Kunjungan ini menjadi lawatan resmi pertama Prabowo ke Jepang sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Sebelumnya, ia pernah berada di Jepang pada September 2025 untuk meninjau langsung penyelenggaraan Expo 2025 Osaka yang berlangsung di kawasan Kansai.
Pemerintah Jepang menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis antara Jakarta dan Tokyo, yang mencakup berbagai sektor prioritas kedua negara.
Agenda Padat di Korea Selatan
Setelah menyelesaikan agenda di Jepang, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Seoul pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Mengutip laporan Yonhap News Agency, Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, guna membahas penguatan hubungan bilateral antara kedua negara.

Prabowo Subianto resmikan jembatan Bailey dan jembatan Armco (Istimewa)
Sejumlah isu strategis diperkirakan menjadi fokus pembahasan, mulai dari perdagangan, investasi, hingga kerja sama di sektor industri pertahanan. Selain itu, kedua pemimpin juga akan mengeksplorasi peluang kolaborasi di bidang teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan (AI), pembangunan infrastruktur, energi nuklir, serta transisi energi.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari dialog yang sebelumnya telah dilakukan ketika Prabowo dan Lee bertemu di sela-sela forum APEC Summit pada November lalu. Selain membahas isu bilateral, keduanya juga dijadwalkan membicarakan penguatan hubungan antara ASEAN dan Korea Selatan serta membahas dinamika keamanan global yang tengah berkembang.
Diplomasi di Tengah Geopolitik Global
Lawatan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi stabilitas energi serta rantai pasok global.
Sebagai pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, langkah diplomasi ini dinilai sebagai bagian dari upaya strategis Indonesia untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus berperan aktif dalam menjaga perdamaian kawasan.
Selain isu keamanan, fokus pembahasan pada sektor industri pertahanan, energi nuklir, dan teknologi kecerdasan buatan menunjukkan ambisi Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi melalui penguatan hilirisasi industri serta peningkatan kemandirian energi.
Kerja sama dengan dua negara maju di Asia Timur tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta kekuatan ekonomi global yang terus berubah, sekaligus memperluas dukungan internasional bagi kepentingan nasional Indonesia di berbagai forum dunia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh