Nusantaratv.com — Di tengah pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan komunikasi yang efektif.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari, menilai tantangan saat ini tidak hanya pada pelaksanaan program, tetapi juga bagaimana menjelaskan proses perbaikan kepada masyarakat.
“Informasi di era digital menyebar sangat cepat. Pemerintah harus aktif memberikan klarifikasi berbasis data agar tidak kalah dengan hoaks,” ujarnya.
Ia juga mendorong keterbukaan dalam proses rekrutmen mitra dapur MBG agar tidak menimbulkan kecurigaan publik. Sistem yang transparan dinilai dapat mencegah praktik tidak sehat seperti jual beli titik.
Selain itu, Qodari mengusulkan agar platform media sosial ke depan berbasis identitas resmi guna menekan penyebaran hoaks yang berpotensi merusak kepercayaan terhadap program pemerintah.
Program MBG sendiri disebut sebagai salah satu kebijakan strategis yang menyangkut masa depan generasi muda Indonesia. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya diukur dari jumlah penerima, tetapi juga dari kualitas tata kelola dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Yang dipertaruhkan bukan hanya citra pemerintah, tetapi masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh