Nusantaratv.com- Nusantara Economic Updates edisi Jumat, 23 Oktober 2026 menyajikan beragam berita ekonomi pilihan mulai dari harga pokok, dunia usaha hingga kebijakan pemerintah.
Antara lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia berpotensi kehilangan devisa Rp150 Triliun karena warga negaranya berobat ke luar negeri.
Airlangga mengatakan potensi kehilangan devisa Rp150 Triliun didasarkan pada asumsi 2 juta pasien Indonesia berobat ke luar negeri dengan rata-rata pengeluaran Rp75 juta per pasien.
Karena itu, pemerintah berupaya untuk menahan arus devisa tersebut dengan cara mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Sektor Khusus di Sanur, Banten, dan Batam. Tidak hanya menahan devisa keluar, pemerintah juga membidik Rp200 Triliun devisa dari pasien internasional dengan target kedatangan 1,25 juta pasien. Ambisi ini menjadi ujian bagi daya saing layanan kesehatan nasional untuk menarik pasien global sekaligus memperkuat ekonomi Indonesia.
“Sektor yang potensi termasuk kesehatan yang kita sudah punya di Bali maupun di sekitar Jakarta dan juga di Batam, Ini punya potensi untuk substitusi orang Indonesia yang berobat di luar negeri sekitar Rp150 triliun,” ucap Airlangga.
Selain informasi tentang Indonesia berpotensi kehilangan devisa Rp150 Triliun karena warga negaranya berobat ke luar negeri. Redaksi Nusantara TV juga menyajikan sejumlah informasi piihan, antara lain:
Baca Juga: Nusantara Economic Updates: Airlangga Bantah Hashim soal Pemerintah Sediakan HP Gratis untuk Bansos
1. Harga Telur Stabil, Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu di Bengkulu Akibat Pasokan Terbatas
2. Bank Indonesia Waspadai Inflasi Pangan Akibat El Nino
3. WNI Berobat ke Luar Negeri, Devisa Indonesia Bocor Hingga Rp150 Triliun
4. Qris RI Siap Tembus Hong Kong dan Timor Leste
5. Goldman: RI Terancam Kehilangan Investasi Dana Pasif Rp100,8 Triliun Jika MSCI Keluarkan Saham Indonesia dari Indeks Pasar Berkembang
6. Prabowo akan Ungkap Perusahaan Asing Terlibat Karhutla dan Cabut Izin
7. Rupiah Melemah 0,03 Persen ke Level Rp18.050 per Dolar AS
8. IHSG Menguat Tipis 0,18 Persen ke Level 5.397 pada Perdagangan Sesi Pertama
Berita-berita menarik di atas dapat Anda saksikan selengkapnya dengan mengakses YouTube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh