Nusantara Economic Updates: API Menilai Tekstil RI Diakui Dunia Tetapi Biaya Produksi Kalah Saing

Nusantara Economic Updates: API Menilai Tekstil RI Diakui Dunia Tetapi Biaya Produksi Kalah Saing

Nusantaratv.com - 06 Oktober 2026

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengatakan pasar domestik masih terpengaruh oleh produk-produk impor dan produk illegal.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengatakan pasar domestik masih terpengaruh oleh produk-produk impor dan produk illegal.

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

NusantaraTV.com- Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana mengatakan pasar domestik masih begitu banyak terpengaruh oleh produk-produk impor dan produk illegal.

Hal tersebut disampaikan Danang Girindrawardana dalam Program Nusantara Economic Updates, Nusantara TV, Selasa (6/10/2026).

“Kalau kita atau pemerintah bersama dengan dunia usaha tidak mampu mengatasi masalah-masalah agar pricing kita kompetitif, harga kita kompetitif, maka kita juga enggak akan berhasil memenangkan persaingan domestik,” kata Danang.

Danang berharap BUMN atau Danantara yang akan masuk sektor tekstil itu memproduksi bahan baku dan tidak menjadi pemain hilir. Meskipun permintaan atau demand luar negerinya masih tinggi terhadap produk tekstil dan garmen Indonesia.

Di samping itu, Danang menilai perlu ada dua kebijakan dalam perspektif industri untuk memperkuat pasar domestik.

“Satu kebijakan terkait dengan pelonggaran atau pengetatan keran impor. Melonggarkan atau mengetatkan itu kan kewenangannya pemerintah dengan segala instrumen kebijakannya. Ada Kemendag, ada Bea Cukai, ada kementerian yang lain yang mengawasi masalah peredaran atau perdagangan impor,” kata Danang.

Kedua, lanjut Danang, adalah masalah kemampuan untuk bersaing secara pricing. Karena secara kualitas, secara bahan baku, secara produk hasil akhir di tekstil, Garmen Indonesia sudah diakui dunia bagus banget.

“Cuman masalahnya adalah pricing gitu. Harga kita bisa enggak kita bersaing dengan harga dari produk-produk impor itu? Nah, satu tadi terkait dengan pengetatan. Kalau kita tidak berhasil memperketat atau mengawasi barang impor apalagi ilegal, maka kemudian market kita jenuh oleh produk-produk yang sangat murah,” jelas Danang.

Danang menuturkan kalau pemerintah bersama dengan dunia usaha tidak mampu mengatasi masalah-masalah pricing yang kompetitif, maka Indonesia tidak akan berhasil memenangkan pesaingan domestik.

“Nah, mengapa harga kita tinggi? Ya, kita harus membuka diri kita ya. Mengapa harga gas kita 6 dolar sih per mmbtu? Sementara negara lain bisa 3,5 per mmbtu. Mengapa harga listrik kita sekian sementara negara lain bisa sekian gitu,” kata Danang.

“Terus kemudian kita harus refleksi diri, kita mengapa dalam negeri kita masih begitu tinggi ongkos logistiknya. kita ongkos logistik kita ada di angka 23% dari HPP produk kita. Sementara negara lain bisa sangat murah. Nah, inilah yang harus kita benahi, policy-policy dalam negeri kita,” lanjut Danang.

Berita tentang Kualitas Tekstil RI Diakui Dunia, Tapi Biaya Produksi Bikin Kalah Bersaing! dapat Anda simak selengkapnya dengan mengakses Youtube Nusantara TV.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close