Nusantaratv.com-Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin secara resmi melepas keberangkatan tim sepak bola muda binaan Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) untuk berlaga di ajang internasional, Mikasa Cup dan Volt Eleven International di Bangkok, Thailand, 23-29 Maret 2026.
Acara pelepasan yang digelar di sela Open House Lebaran Ketua DPD RI di rumah dinas, Minggu (22/3/2026), dihadiri oleh anggota DPD RI dari Provinsi Lampung Bustami Zainudin, Ketua Umum BLiSPI Subagja, Pendiri sekaligus Pembina BLiSPI Teguh, legenda sepak bola Indonesia yang juga pendiri BLiSPI Rully Nere, Sekjen BLiSPI Yessi Yunita, Tim Pelatih yang dipimpin Budiman Yunus dan 35 pemain Timnas Pelajar BLiSPI U17.
Dalam suasana penuh keakraban, Ketua DPD RI mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi BLiSPI yang sejak 2013 secara mandiri telah konsisten melahirkan bibit-bibit pemain nasional dari berbagai daerah di Indonesia.
Sultan Baktiar Najamudin mengaku sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para pengurus dan para pemain binaan BLiSPI. Baginya pertemuan ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Karena sekian lama politisi kelahiran Bengkulu 11 Mei 1979 ini memiliki niat dan tekad kuat untuk dapat berkontribusi mendukung percepatan prestasi sepak bola Indonesia. Sejalan dengan misi tersebut Sultan menyatakan DPD RI siap berkolaborasi dengan BLiSPI.
"Ini pertemuan yang sangat penting buat saya. Karena beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan Mas Bambang, Bang Rully dan Pak Bagja tentang sepak bola. Kita sedang serius mencari momentum yang tepat untuk menggerakkan pembinaan sepak bola demi melahirkan pemain-pemain berkualitas. Tuhan hadirkan BLiSPI," ujar Ketua DPD.
Keberadaan BLiSPI bagi Ketua DPD RI memiliki arti penting dalam mewujudkan mimpinya membina potensi pemain-pemain berbakat di daerah untuk diorbitkan ke pentas nasional dan internasional.
"Saya bilang ini nyambung. Kayaknya lebih gampang untuk mewujudkan mimpi kita. Karena ternyata telah banyak memproduksi pemain nasional. Saya sudah cek. Jadi wajar kalau kita kasih tepuk tangan yang paling meriah untuk BLiSPI," tuturnya.
Sultan menekankan dalam pandangannya sepak bola bukan hanya sekadar olahraga. Karena ada makna yang lebih besar yaitu olahraga sebenarnya adalah diplomasi yang paling tinggi. Salah satunya adalah di sepak bola.
"Makanya kenapa negara-negara yang sepak bolanya maju. Hanya dengan sepak bola mereka bisa katakan kepada seluruh dunia. Ini sepak bola kami. Sudah menjadi industri. Sepak bola kami betul-betul hebat. Sehingga negaranya mereka itu betul-betul respek dan dihormati," tandasnya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin didampingi istri dan jajaran pengurus BLiSPI berfoto bersama dengan para pemain Timnas Pelajar BLiSPI U17
Menurut Sultan Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 280 juta orang memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi negara terkemuka di sepak bola. Untuk itu, ia tergerak untuk
membangun liga dari kampung-kampung secara berjenjang, agar bibit-bibit unggul ini tertangkap radar dan bisa bermain di Senayan.
Tak hanya itu, sambung Ketua DPD, sepak bola juga dapat berperan sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Bola bisa menghidupkan suasana. Dan pada titik tertentu bola dapat menjelma menjadi industri yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ketua DPD RI menegaskan tak memiliki urusan dengan kepentingan-kepentingan politik. Perhatian dan kepeduliannya pada pembinaan sepak bola di Indonesia karena ia sangat hobi dan menggemari sepak bola. Bahkan akibat kecintaannya pada sepak bola kakinya sampai harus digips akibat cedera saat bermain mini soccer beberapa bulan lalu.
Ia pun berjanji akan menyampaikan kepada Pemerintah bahwa DPD RI siap jadi Bapak Asuh bagi BLiSPI untuk mensukseskan program percepatan prestasi sepak bola Indonesia.
"Mungkin BUMN kita juga siap untuk memfasilitasi agar teman-teman betul-betul semangat," ucapnya.
Kutip Filosofi Perang Sun Tzu
Pada kesempatan itu Ketua DPD berpesan kepada para pemain U-17 yang akan bertolak ke Bangkok agar membuang jauh rasa rendah diri terhadap pemain asing. Mengutip filosofi perang Sun Tzu, ia menegaskan bahwa semangat adalah setengah kemenangan dari pertempuran.
"Saya sudah berkeliling dunia, tidak ada yang lebih hebat dari kita. Masalahnya seringkali hanya pada kepercayaan diri. Pulanglah dengan gagah. Jangan ada opsi kedua, opsi kita cuma satu: menang!" tegasnya membakar semangat para atlet.
Untuk memotivasi semangat juang para pemain Timnas Pelajar BLiSPI U17 Ketua DPD berjanji jika mereka berprestasi di Tailan dia akan menjemput saat tiba di Bandara Indonesia. Akan mengundang banyak media kemudian mengarak para pemain Timnas Pelajar BLiSPI U17 di sepanjang jalan-jalan di Jakarta.
"Pulang dengan gagah, dengan bangga. Di situ nanti teman-teman akan merasakan begitu besarnya perhatian negara. Siap menang! Yakin menang!" tutupnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh