Kemendukbangga Gelar Penyuluhan Program MBG, Sasar Kelompok 3B di Sukabumi

Kemendukbangga Gelar Penyuluhan Program MBG, Sasar Kelompok 3B di Sukabumi

Nusantaratv.com - 13 Januari 2026

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengadakan penyuluhan kepada kader tim pendamping keluarga atau TPK di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengadakan penyuluhan kepada kader tim pendamping keluarga atau TPK di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan penyuluhan kepada kader tim pendamping keluarga (TPK) di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Kegiatan penyuluhan ini merupakan tindak lanjut dari PerPres 115 Pasal 47 mengenai penyediaan fasilitas makan bergizi gratis atau MBG yang menyasar kelompok 3B yakni ibu hamil, Ibu menyusui, dan balita. 

Saat penyuluhan, Menteri Wihaji menekankan pentingnya peran tim pendamping keluarga TPK untuk mencegah stunting di daerah. 

Menurutnya, TPK tidak hanya mendistribusikan MBG ke kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita 3B, namun juga turut memberikan edukasi pencegahan stunting. 

Wihaji menjabarkan ada empat faktor penyebab stunting yang harus diperhatikan, yakni gizi buruk, akses air bersih, sanitasi buruk, serta pernikahan dini yang membuat kurangnya pola asuh orang tua. 

Menurutnya, keberadaan kader TPK di setiap wilayah bisa mendeteksi secara dini faktor risiko stunting dan mempercepat penurunan angka stunting nasional

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengadakan penyuluhan kepada kader tim pendamping keluarga atau TPK di Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

"Kita mendapatkan Perpres baru, Perpres 115 pasal 47 yang menyatakan di sini kita dapat tugas baru untuk mendistribusikan MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD. Karena itu kita cek di lapangan apakah ada masalah. Karena ada beberapa tempat ternyata mungkin kemarin ada yang viral masalah itu karena kita pastikan jangan sampai terulang. Untuk itu inilah tim pendamping keluarga yang membantu distribusi MBG khusus ibu hamil, Ibu menyusui, dan balita nonon PAUD," kata Wihaji seperti diberitakan NusantaraTV dalam prograym NTV Tonight. 

Selain itu sambung Wihaji, ada program-program yang berkenaan dengan pengentasan ee stunting melalui program Genting (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting).

"Setelah ini saya ke lapangan untuk ngecek beberapa keluarga yang punya resiko stunting yang kebetulan dulu juga pernah kita bantu. Yang dulu isu tentang cacing nanti akan saya kunjungi juga. Tapi insyaallah ee ke depan akan baik-baik saja. Karena itu saya terima kasih Pak Bupati, luar biasa Pak Bupati supportnya terhadap teman-teman TPK, kemudian Pak Dandim, Pak Kapolres, dan pihak lain khususnya Forkopimda yang support tentang program-program pemerintah. Saya pembantu Presiden melaksanakan apa yang diperintahkan Bapak Presiden yang hari ini khususnya di Kabupaten Sukabumi," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang kader TPK dari Kecamatan Parakan, Salak, Sukabumi, Jawa Barat, Aah Karmilah mengatakan program MBG kepada kelompok 3B di wilayahnya berjalan lancar. Ia berharap program ini terus berlanjut dan MPG yang diberikan kepada kelompok 3B sesuai dengan standar gizi. 

"Untuk kendala alhamdulillah karena sasaran di ee Posiandu saya ee rumahnya dekat-dekat terjangkau dan untuk pendistribusian juga alhamdulillah enggak ada kendala. Alhamdulillah antusias masyarakat ibu-ibunya semua pada datang ee di satu titik," ujar Aah Karmilah. 

Berdasarkan penuturan Menteri Wiji, saat ini terdapat 597.692 TPK di Indonesia dan Sukabumi memiliki jumlah penduduk yang cukup padat hingga mencapai 2,8 juta. Oleh karena itu, wilayah Sukabumi diharapkan bisa menjadi percontohan kuantitas penurunan angka stunting di Provinsi Jawa Barat.

 

 

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close