Nusantaratv.com - Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian menjembatani pertemuan antara Pertamina Patra Niaga dan grup musik Wijaya 80 menyusul polemik penggunaan karya musik yang dinilai belum sesuai dengan regulasi hak cipta.
Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya penyelesaian atas persoalan penggunaan lagu berjudul "Terakhir Kali" oleh band Wijaya 80 digunakan sebagai backsound promosi di aplikasi "MyPertamina". Kawendra menyampaikan pertemuan sebagai jalan keluar dan semua pihak dapat mencapai kesepahaman bersama.
"Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan memfasilitasi pertemuan antara Pertamina Patra Niaga dan Wijaya 80 terkait polemik penggunaan karya musik yang sebelumnya belum sesuai dengan regulasi hak cipta," ujar Kawendra, Jumat (9/1/26).
Dalam kesempatan tersebut, Kawendra mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan itikad baik sekaligus komitmen untuk menghormati hak kekayaan intelektual para kreator.

Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian menjembatani pertemuan antara Pertamina Patra Niaga dan grup musik Wijaya 80. (Foto: Istimewa)
Baca Juga: Soroti Venezuela, Kawendra: Diplomasi Keseimbangan Presiden Prabowo Tepat Hadapi Geopolitik Global
Dia juga memberikan penghargaan kepada Wijaya 80 beserta kuasa hukumnya yang bersedia membuka ruang dialog dan memilih jalur kekeluargaan sebagai solusi. Pendekatan ini dinilai menjadi contoh penyelesaian sengketa hak cipta yang konstruktif dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Sebagai anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Hak Cipta Badan Legislasi DPR RI, sekaligus Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra menegaskan peristiwa ini menjadi satu kasus penting dalam pembaruan regulasi hak cipta ke depan.
"Momentum ini semakin meneguhkan komitmen saya bahwa kedudukan lagu dan karya cipta lainnya harus diatur secara jelas dan tegas dalam pembaruan RUU Hak Cipta mendatang," tegasnya.

Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian menjembatani pertemuan antara Pertamina Patra Niaga dan grup musik Wijaya 80. (Foto: Istimewa)
Kawendra berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan, khususnya pelaku industri dan institusi, agar lebih berhati-hati dan patuh terhadap aturan hak cipta dalam penggunaan karya kreatif.
"Terima kasih kepada semua pihak yang berkenan duduk bersama, mencari titik temu terbaik, dan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran. Semoga industri musik Indonesia terus maju dengan ekosistem yang adil dan saling menghargai," tutupnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh