Jusuf Kalla Terima Dubes Iran Bahas Situasi Terkini dan Peluang Mediasi Indonesia

Jusuf Kalla Terima Dubes Iran Bahas Situasi Terkini dan Peluang Mediasi Indonesia

Nusantaratv.com - 03 Maret 2026

Kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Selasa 3 Maret 2026. (Istimewa)
Kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Selasa 3 Maret 2026. (Istimewa)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di Jakarta Selatan pada Selasa, 3 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru di Iran serta peluang keterlibatan Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik.

Usai pertemuan, Kalla menjelaskan bahwa Dubes Iran memaparkan kondisi terkini di negaranya, termasuk situasi perlawanan rakyat dan dampak yang ditimbulkan terhadap warga sipil.

“Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran dan juga perlawanan rakyat Iran serta korban yang dicapai oleh kebanyakan sipil seperti anak sekolah dan sebagainya,” ujar Kalla.

Ia menyebutkan, pemerintah Iran berharap adanya dukungan dari umat Islam, termasuk Indonesia.

Kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya Jusuf Kalla di Jakarta Selatan, Selasa 3 Maret 2026. (Istimewa)

Menurut Kalla, masyarakat dan Pemerintah Indonesia pada dasarnya selalu mendukung upaya perdamaian dalam setiap konflik internasional.

Lebih lanjut, Kalla mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan apabila diminta untuk mengambil peran sebagai mediator.

“Presiden Prabowo siap untuk menjadi penengah dalam konflik ini. Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak. Ini hal yang selalu dipikirkan oleh mereka,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa wacana mediasi tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah dan sangat bergantung pada kesediaan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik.

Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla turut didampingi mantan Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close