Ferry Juliantono Dorong Penguatan Koperasi Berbasis Nilai

Ferry Juliantono Dorong Penguatan Koperasi Berbasis Nilai

Nusantaratv.com - 27 April 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) berbincang-bincang dengan Wagub NTT Johni Asadoma saat tiba lokasi RAT Kopdit Swasti Sari di Kupang, Minggu 26 April 2026. ANTARA/Kornelis Kaha (Antara)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) berbincang-bincang dengan Wagub NTT Johni Asadoma saat tiba lokasi RAT Kopdit Swasti Sari di Kupang, Minggu 26 April 2026. ANTARA/Kornelis Kaha (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai fondasi dalam membangun sistem ekonomi Pancasila yang berkeadilan.

“Ke depan, kita tidak hanya berbicara soal angka, tetapi juga nilai. Koperasi harus kembali pada semangat kekeluargaan, gotong royong dan kebersamaan,” kata Ferry Juliantono di Kupang, Minggu, 26 April 2026, dikutip dari Antara.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KSP Kopdit Swasti Sari Tahun Buku 2025 yang digelar di salah satu hotel di Kupang.

Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, para kepala dinas terkait, serta sekitar 272 perwakilan anggota Kopdit Swasti Sari.

Ferry menyebut pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor koperasi, mulai dari penyusunan undang-undang baru tentang perkoperasian, penguatan penjaminan simpanan koperasi, hingga pengembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan koperasi.

Sementara itu, Johni Asadoma memberikan apresiasi terhadap peran Kopdit Swasti Sari dalam mendorong perekonomian masyarakat di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong koperasi agar berkembang sebagai sokoguru ekonomi daerah serta mampu bersinergi dengan program pembangunan.

Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Lambertus Ara Tukan, mengungkapkan bahwa hingga Tahun Buku 2025, koperasi tersebut memiliki sekitar 217 ribu anggota yang tersebar di enam provinsi.

Total aset koperasi mencapai sekitar Rp1,24 triliun dengan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp15,78 miliar.

Ia juga menyampaikan bahwa laporan keuangan koperasi telah diperiksa oleh auditor independen dengan opini wajar tanpa pengecualian serta memperoleh predikat sehat.

Menurutnya, koperasi tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi semata, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, solidaritas, dan tanggung jawab.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close