Dubes Iran Tanggapi Niat Prabowo Jadi Mediator Perang

Dubes Iran Tanggapi Niat Prabowo Jadi Mediator Perang

Nusantaratv.com - 03 Maret 2026

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (NTVNews)
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (NTVNews)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi buka suara terkait niat dan tawaran Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator konflik memanas yang terjadi antara Iran vs Israel-AS. 

Dalam acara konferensi pers yang digelar di kediamannya di kawasan Menteng, Boroujerdi menegaskan jika tindak yang dilakukan oleh Prabowo patut diapresiasi dan meminta Indonesia beserta negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama-sama mengecam keras serangan Israel-AS serta menyatakan tindakan itu ilegal.

"Kami mengharapkan dukungan dari negara-negara sahabat. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Indonesia atas bantuan yang telah dikirimkan serta kesiapan untuk melakukan mediasi," kata Dubes Boroujerdi, 3 Maret 2026.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat Indonesia, Boroujerdi menegaskan jika posisi Iran terhadap Washington. Baginya, tidak ada kemungkinan perundingan dengan Amerika Serikat.

"Kami meyakini bahwa tidak ada negosiasi ataupun perundingan dengan Amerika Serikat, karena mereka tidak berkomitmen dan tidak mau mematuhi kesepakatan apa pun," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Boroujerdi juga menyerukan solidaritas dari negara-negara Islam lainnya. Ia menilai jika serangan terhadap Iran sebagai tindakan ilegal yang harus dikecam secara tegas oleh komunitas internasional.

"Kami meminta kepada negara-negara Islam untuk melihat bahwa serangan terhadap suatu negara adalah tindakan ilegal, dan agar secara tegas mengecam tindakan tersebut," ungkapnya.

Untuk itu, Dubes Iran juga meminta jika setiap masyarakat bisa menjadi sejumlah wadah yang diharapkan dapat menjadi ruang advokasi bagi Teheran, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Kami berharap dukungan di berbagai forum, baik dalam organisasi-organisasi Islam, organisasi internasional, Organisasi Kerja Sama Islam, Perserikatan Bangsa-Bangsa, maupun forum lainnya," jelasnya.

Untuk itu, Boroujerdi menyerukan kampanye internasional yang menentang hasutan dan propaganda konflik.

"Kami meminta agar diinisiasi kampanye yang menyerukan penolakan perang di seluruh dunia, serta menunjukkan sikap tegas menentang hasutan dan propaganda perang," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close