Danantara Rilis Laporan Keuangan BUMN 2025, Krakatau Steel-Kimia Farma Tak Lagi Rugi

Danantara Rilis Laporan Keuangan BUMN 2025, Krakatau Steel-Kimia Farma Tak Lagi Rugi

Nusantaratv.com - 03 Juli 2026

Wisma Danantara Indonesia. PRNewsfoto/Shanghai SUS Environment Co., Ltd. (Foto: Antara)
Wisma Danantara Indonesia. PRNewsfoto/Shanghai SUS Environment Co., Ltd. (Foto: Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Danantara Indonesia mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025. 

Danantara menyoroti capaian kinerja BUMN sepanjang tahun lalu serta realisasi investasi strategis yang didanai dari dividen perusahaan pelat merah.

"Danantara Indonesia turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ucap Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management and Communications, Danantara Indonesia dalam keterangan tertulis, Jumat 3 Juli 2026.

Kendati demikian, laporan Keuangan Konsolidasian Danantara Indonesia Tahun Buku 2025 masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku. 

"Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan," lanjutnya.

Danantara Indonesia juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025. 

Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan antara lain pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global, serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

"Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," tandasnya.

Danantara mengumumkan perkembangan kinerja sejumlah BUMN pada periode April 2025 hingga April 2026. 

Pertamina mencatat laba Rp24,9 triliun atau meningkat sekitar 80 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pupuk Indonesia membukukan laba Rp4,8 triliun, melonjak 202 persen, sementara Pelindo mencetak laba Rp1,5 triliun atau tumbuh 169 persen.

Kemudian InJourney meraih laba Rp300 miliar, naik 33 persen. BRI membukukan laba Rp21,2 triliun atau meningkat 15 persen, Bank Mandiri mencatat laba Rp21,3 triliun atau naik 13 persen, sedangkan BNI membukukan laba Rp7,2 triliun atau tumbuh 6 persen.

ADHI Karya mencatat lonjakan laba menjadi Rp69 miliar atau meningkat 667 persen dibandingkan periode sebelumnya. Krakatau Steel berhasil membalikkan kondisi dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Kimia Farma juga berbalik dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar, sementara Semen Indonesia membukukan perbaikan kinerja dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close