Cara Gen Z Menanti Buka Puasa di Imlek Festival 2577: Memahami Keberagaman Lewat Museum Akulturasi

Cara Gen Z Menanti Buka Puasa di Imlek Festival 2577: Memahami Keberagaman Lewat Museum Akulturasi

Nusantaratv.com - 25 Februari 2026

Perayaan Imlek tahun ini menjadi spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadan. (Foto: Dok/Istimewa)
Perayaan Imlek tahun ini menjadi spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadan. (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Museum Akulturasi yang hadir pada Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta, memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat, terutama dari kalangan generasi Z. 

Selain menambah pengetahuan, keberadaan museum ini juga cocok untuk menunggu waktu berbuka puasa. Tahun ini, perayaan Imlek menjadi spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadan.

Muhammad Shidqi, salah satu pengunjung Museum Akulturasi, mengaku mendapat wawasan baru mengenai sejarah perjumpaan budaya Tionghoa dan Nusantara di Indonesia. 

Di museum ini, informasi tersaji melalui papan yang menyerupai gapura. Papan-papan itu tersusun dengan pola zig-zag sehingga memudahkan pengunjung memahami alur cerita sejarah. 

"Barusan aku baca-baca, bener-bener insightful. Aku baca sejarah-sejarahnya, aku baru tahu, oh, ternyata kayak gini loh (sejarah akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara) di Indonesia, gitu," ujarnya Selasa (24/2/2026). 

Melalui Museum Akulturasi, Shidqi sadar jika budaya Tiongkok dengan Nusantara bisa hidup berdampingan. 

"Di Indonesia full of culture-lah ya. Terlebih akulturasi budaya Cina masuk ke Indonesia tuh bukannya nabrak, tapi dia justru smooth ke budaya-budaya Nusantara yang udah ada. Jadi, ya bener-bener akulturasi budayanya klop," katanya.

Selain terpukau dengan keberadaan Museum Akulturasi, Shidqi senang dengan keberadaan Imlek Festival ini. Dia berharap kegiatan serupa yang memadukan hiburan dan budaya dapat terus bermunculan. 

Andre dan Meliana mengaku mendapat wawasan baru dengan hadirnya Museum Akulturasi pada Imlek Festival 2577 di Lapangan Banteng, Jakarta. (Foto: Dok/Istimewa)

Dia mendorong ruang dialog lintas agama yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda. Misalnya forum antar-umat dari generasi muda.

"Coba bikin yang lebih Gen Z, gitu. Misalnya kita bikin komunitas-komunitas yang emang disediakan untuk lintas agama dan untuk saling diskusi anak-anak muda. Menurut aku bakal lebih impactful. Banyak karya-karya yang bisa lahir dari ruang-ruang semacam itu," katanya. 

Andre dan Meliana, pengunjung lain, mengaku mendapat wawasan baru dengan hadirnya Museum Akulturasi. Menurut mereka, kehadiran Imlek Festival pertama di Indonesia ini tak hanya menjadi ajang hiburan dan kuliner, tetapi juga menghadirkan ruang edukatif bagi pengunjung.

"Suasana di Museum Akulturasi bagus, sejuk juga, enak dan nyaman. Terus ada informasi tentang sejarah juga," ucap mereka.

Kehadiran Museum Akulturasi di tengah gemerlap Imlek Festival 2577 merupakan terobosan tersendiri dalam memperkuat pesan harmoni budaya di tengah keberagaman Indonesia.

Imlek Festival 2577 yang berlangsung sejak 22 Februari hingga 3 Maret ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan berlangsung setiap hari pukul 15.00-22.00 WIB.

Informasi lengkap mengenai seluruh rangkaian acara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @imlekfestival.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close