BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Sektor Produktif

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Sektor Produktif

Nusantaratv.com - 30 Juni 2026

Ilustrasi - kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) (Antara)
Ilustrasi - kantor pusat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kecukupan likuiditas sektor perbankan sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan penghargaan atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah kepada perseroan melalui penempatan dana SAL. Menurut dia, kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan industri perbankan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Hery.

Ia menjelaskan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, tambahan likuiditas yang diperoleh akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian perbankan serta pengelolaan risiko yang baik. Penyaluran kredit akan difokuskan secara selektif ke berbagai sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi segmen utama pembiayaan BRI, dengan mempertimbangkan kualitas kredit dan kebutuhan riil dunia usaha.

Per Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only tercatat mencapai Rp1.358 triliun. Sebagian besar pembiayaan tersebut disalurkan kepada pelaku UMKM dan sektor riil. Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dukungan pembiayaan pada sektor-sektor yang mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian.

"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," imbuh Hery, dikutip dari Antara.

Untuk mendukung ekspansi pembiayaan tersebut, BRI juga akan memperkuat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama dana murah atau current account saving account (CASA). Upaya itu dilakukan melalui pengembangan dan penguatan ekosistem digital perusahaan.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan diketahui berencana kembali menempatkan dana SAL pada bank-bank Himbara pada Juni 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga likuiditas perbankan di tengah tantangan ekonomi. Nilai dana yang akan ditempatkan mencapai Rp400 triliun dan akan didistribusikan kepada BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, serta BSI.

Hery menegaskan bahwa dengan kondisi fundamental yang tetap kuat dan fokus bisnis pada pemberdayaan UMKM, BRI optimistis dapat terus menjalankan perannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tutup Hery.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close