Nusantaratv.com-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar memastikan Indonesia masih memiliki ketahanan obat dan pangan yang cukup meskipun konflik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi rantai pasok global.
Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak dari situasi geopolitik tersebut.
Taruna menjelaskan konflik internasional memang dapat berdampak pada Indonesia, khususnya terhadap harga obat-obatan.
Hal ini disebabkan karena sebagian bahan baku obat masih bergantung pada impor dari luar negeri.
Meski demikian, ia menegaskan stok obat yang dimiliki perusahaan farmasi nasional saat ini masih dalam kondisi aman.
Dilansir dari Antara, berdasarkan perhitungan BPOM, ketersediaan obat maupun bahan pangan di Indonesia masih cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan.
Selain itu, Taruna menilai kondisi ketahanan pangan Indonesia saat ini cukup baik.
Beberapa komoditas utama seperti beras bahkan sudah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga tidak lagi bergantung pada impor.
Konflik di Timur Tengah sendiri memanas setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone.
Situasi tersebut juga memicu laporan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur laut strategis yang menjadi rute utama perdagangan minyak dan gas dunia.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh