Nusantaratv.com-Upaya menghadirkan akses internet hingga pelosok Indonesia kini semakin diarahkan agar berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi memperkuat komitmennya dalam membangun konektivitas digital yang berkelanjutan melalui kerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC), Papua.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembahasan dan penandatanganan revisi sejumlah dokumen program yang menjadi dasar pelaksanaan kontribusi penggunaan lahan Base Transceiver Station (BTS) di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Teluk Cenderawasih.
Revisi yang dilakukan mencakup dokumen Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Rencana Kerja Lima Tahunan (RKL), dan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT). Ketiga dokumen tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAKTI Komdigi dan BBTNTC yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Kehutanan.
Pembahasan revisi dokumen berlangsung pada 11–12 Juni 2026. Dalam proses tersebut, kedua pihak menyelaraskan berbagai program kontribusi yang akan dijalankan di wilayah kerja Taman Nasional Teluk Cenderawasih agar sesuai dengan kebutuhan pengelolaan kawasan konservasi sekaligus mendukung keberlanjutan layanan telekomunikasi bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur digital di kawasan konservasi tidak hanya memenuhi aspek konektivitas, tetapi juga memperhatikan perlindungan ekosistem dan ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga: BAKTI Komdigi Dorong Transformasi Digital di Maratua, dari Sekolah hingga Penggerak Wisata
Sebagai tindak lanjut, Plt Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Komdigi bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih menandatangani revisi dokumen tersebut. Penandatanganan itu menandai kesepahaman kedua lembaga dalam menjalankan program kontribusi secara berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi antara sektor digital dengan pengelolaan lingkungan hidup.
Keberadaan BTS di kawasan konservasi dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses komunikasi dan layanan digital bagi masyarakat di wilayah terpencil, termasuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Namun, pengembangan infrastruktur tersebut juga harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip konservasi agar tidak mengganggu fungsi kawasan yang dilindungi.
Melalui sinergi ini, BAKTI Komdigi menunjukkan bahwa percepatan transformasi digital tidak harus berhadapan dengan upaya pelestarian alam. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan melalui perencanaan yang matang, kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang BAKTI Komdigi untuk menghadirkan akses digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tetap sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh