NusantaraTV.com- Komisaris Independen Astra Autoparts Agus Tjahajana Wirakusumah menilai perkembangan industri EV di Indonesia belum tajam.
Pernyataan itu disampaikan Agus Tjahajana Wirakusumah dalam segmen Industry 360, Nusantara Economic Updates, Nusantara TV, Kamis (15/10/2026).
“Kalau kita lihat China itu mengembangkan EV itu sejak 2010-an, kita baru ngegas itu sekitar 2019-2020. Sehingga usia yang baru 4 tahun, 5 tahun itu, sebenarnya belum memberikan warna yang betul-betul tajam terhadap perkembangan satu industri khususnya untuk mobil ya,” kata Agus.
“Industri mobil kita kan dikembangkan sudah 50 tahun ya kan. Dari mulai negara ini importir kemudian bisa produksi dan sekarang ekspor ya kan. Jadi itu suatu proses panjang.”
Namun, sambung Agus, EV adalah perkembangan teknologi yang baru di bidang otomotif. EV ini muncul kan karena ada penyebab utama itu perubahan iklim.
“Jadi negara kita sudah teken kontrak gitu ya, bahwa kita akan mengurangi emisi pelan-pelan menuju net zero emission. Jadi itu yang salah satu di antaranya yang dianggap cukup banyak memproduksi CO2 itu dari kendaraan,” ucap Agus.
Di samping itu, Agus menuturkan bahwa pemerintah saat ini memang sedang memberikan banyak insentif.
“Jadi di dunia itu pengembangan itu di gunakan dua pendekatan. Ada yang menggunakan insentif fiskal. Ada yang menggunakan non-insentif fiskal. Nah, insentif fiskal itu pajak. Kemudian yang non-insentif fiskal itu contohnya ganjil genap,” jelas Agus.
“Tadi saya ngobrol kenapa sih mobil listrik kok cepat? Ya orang yang pergi ke Jakarta kalau harus hari ini ganti mobil tiap hari lama-lama capek ya. Akhirnya, udahlah listrik aja. Nah itu salah satu insentif yang diberikan pemerintah.”
Pernyataan Komisaris Independen Astra Autoparts Agus Tjahajana Wirakusumah tentang industry EV dapat Anda simak selengkapnya dengan mengakses YouTube Nusantara TV.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh